Informatika Kedokteran

Apa siih kaitannya Informatika dengan disiplin ilmu yang dimiliki pada kedokteran ???

Disini akan dibahas sekilas mengenai hubungan antara keduanya…

===================================================================================

Informatika kedokteran adalah ilmu yang berkaitan dengan informasi, data, dan pengetahuan biomedis dalam hal penyimpanan, penyajian kembali, dan penggunaan secara optimal untuk memecahkan persoalan dan pengambilan keputusan yang dalam pelaksanaannya menyangkut semua bidang ilmu biomedis dan berkaitan dengan teknologi informasi modern, terutama di bidang komputer dan komunikasi teknologi apapun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah , menyimpan, mengkomunikasikan dan menyebarkan informasi. Pada awal sejarah manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi memungkinkan seseorang memehami informasi yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu pada saat pengirim menyampaikan informasi melalui ucapan itu saja. Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar.

Pada 1950-an, Ledley dan Lusted telah menulis artikel “Reasoning Foundations of Medical Diagnosis” di Majalah Science1. Tulisan meraka telah menginspirasi bahwa komputer dapat dimanfaatkan untuk mendukung diagnosis dan terapi, meskipun saat itu komputer masih sangat langka dan hanya dikenal di komunitas penelitian mutakhir. Pada perkembangan selanjutnya, informatika kesehatan mengalami banyak kemajuan seiring dengan peningkatan kemampuan pemrosesan komputer dan teknologi informasi. Informatika medis sekarang berkaitan erat dengan pemanfaatan komputer dan teknologi komunikasi di bidang kedokteran. Contohnya saja dalam pengolahan data medis yang meliputi penyimpanan, penarikan dan penggunaan data, informasi, serta pengetahuan biomedik secara optimal untuk tujuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

Beberapa subdomain dalam informatika kedokteran menurut Shortliffe:

1. Bioinformatika

Penerapan bidang-bidang dalam bioinformatika (seperti pembuatan basis data dan pengembangan algoritma untuk analisis sekuens biologis) sudah dilakukan sejak tahun 1960-an. Bioinformatika dikemukakan pada pertengahan era 1980 untuk mengacu pada penerapan komputasi dalam biologi.

Adapun beberapa cabang-cabang ilmu bioinformatika:

  1. Biophysics, yaitu mengaplikasikan teknik-teknik ilmu fisika untuk memahami struktur fungsi biologi.
  2. Computational Biology, bagian dari bioinformatika yang paling dekat dengan bidang Biologi umum klasik, dimana berfokus pada gerak evolusi, populasi dan biologi teoritisdaripada biomedis pada molokul dan sel.
  3. Medical Informatics, menurut Aamir Zakaria [ZAKARIA2004] yaitu pembelajaran, penemuan, implementasi dari struktur algoritma untuk meningkatkan komunikasi, pengertian dan manajemen informasi medis.
  4. Cheminformatics, yaitu kombinasi dari sintesa kimia, penyaringan biologis, dan pendekatan data mining, yang digunakan untuk penemuan dan pengembangan obat. (Cambridge Healthech Institute Sixth  Annual Cheminformatics Conference).
  5. Genomics, yaitu bidang ilmu yang ada sebelum selesainya sekuen genom. Pada ilmu ini, dikerjakan dengan menganalisa atau membandingkan seluruh komponen genetik dari satu spesies atau spesies lain.
  6. Mathematical Biology, menurut Alex Kasman [KASMAN2004] secara umum Mathematical Biology melingkupi semua ketertarikan teoritis yang tidak perlu merupakan suatu yang beralgoritma, dan tidak perlu dalam bentuk molekul dan tidak perlu berguna dalam menganalisis data yang terkumpul.
  7. Proteomics, Menurut Michael J. Dunn [DUNN2004], pemimpin redaksi dari Proteomics mendefinisikan kata ”Proteome” sebagai ”The PROTEin complement of the geNOME”. Dan mendefinisikan proteomics dengan ”studi kuantitatif dan kualitatif dari ekspresi gen di level dari protein protein fungsional itu sendiri”. Yaitu ”sebuah antarmuka antara biokimia protein dengan biologi molekul”.
  8. Pharmacogenomics, yaitu aplikasi dari pendekatan genomik dan teknologi pada identifikasi dari target target obat.
  9. Pharmacogenotics, yaitu bagian dari pharmacogenomics yang menggunakan metode genomic atau bioinformatika untuk mengidentifikasi hubungan-hubungan genomik contohnya SNP (Singlenucleotide Polymorphism), karakteristik dari profil response pasien tertentu dan menggunakan informasi-informasi untuk memberitahu administrasi dan pengembangan pengobatan.

Contoh penerapan bioinformatika di indonesia yaitu, deteksi kelainan janin, pengembangan vaksin hepatitis b rekombinian, dan meringankan kelumpuhan dengan rekayasa RNA.

2. Medical Imaging (informatika pencitraan)

Merupakan aspek pengolahan data dan informasi digital pada level jaringan dan organ. Dalam penerapan medical imaging, diantaranya:

  1. Radiography, menggunakan dua form, yaitu projection radiography, dan fluoroscopy. Dalam radiography, digunakan sinar x-rays untuk menghasilkan gambar dua dimensi, karena akan lebih murah, memiliki resolusi tinggi dan  memiliki radiasi yang lebih kecil daripada gambar tiga dimensi.  Fluoroscopy menghasilkan gambar real-time dari struktur internal tubuh dengan cara yang sama dengan radiografi, tetapi mempekerjakan masukan konstan dari x-ray. Media Kontras, seperti barium, yodium, dan udara digunakan untuk memvisualisasikan organ internal saat mereka bekerja. Radiografi Projectional, lebih dikenal sebagai x-ray, sering digunakan untuk menentukan jenis dan tingkat patah tulang serta untuk mendeteksi perubahan patologi di paru-paru
  2. Magnetig Resonance Imaging, yaitu melakukan pengambilan gambar dengan menggunakan magnet yang kuat untuk polarisasi dan membangkitkan inti hidrogen (proton tunggal) dalam molekul-molekul air dalam jaringan tubuh manusia dan dikodekan sehingga menjadi suatu gambar..
  3. Nuclear Medecine, yaitu pencitraan diagnostik dan pengobatan penyakit, dan mungkin juga disebut sebagai molekul obat atau pencitraan molekular & terapi. Nuclear Medecine menggunakan sifat tertentu dari isotop serta partikel energik yang dipancarkan dari bahan radioaktif untuk mendiagnosa atau mengobati berbagai jenis patologi.
  4. Ultrasound, menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi yang dipantulkan oleh jaringan untuk berbagai derajat untuk menghasilkan (sampai 3D) gambar. Ultrasound digunakan untuk pencitraan janin pada wanita hamil, organ-organ perut, jantung,, payudara otot, tendon, arteri dan vena.
  5. Photo Accoustic Imaging, pencitraan biomedis berdasarkan pengaruh fotoakustik yang menggabungkan keunggulan hasil optik yang kontras dan resolusi spasial ultrasonik untuk pencitraan. Photo Accoustic Imaging digunakan pemantauan tumor angiogenesis, pemetaan darah oksigenasi, pencitraan otak fungsional, dan deteksi kulit melanoma.
  6. Breast Thermography, yaitu Pencitraan digital denganmenggunakan kamera inframerah medis dan komputer yang canggih untuk mendeteksi, menganalisis, dan menghasilkan citra diagnostik beresolusi tinggi dari variasi temperatur sekitar payudara untuk mendeteksi kanker dan tumor sekitar payudara.

3. Informatika klinis

Menerapkan pada level individu (pasien), mengkaji mengenai berbagai inovasi teknologi informasi untuk mendukung pelayanan pasien, komunikasi dokter pasien, serta mempermudah dokter dalam mengumpulkan hingga mengolah data individu.

4. Telemedicine

Layanan ksehatan yang dilakukan dari jarak jauh, dengan cara melakukan transfer data medik secara elektronik dari satu tempat ke tempat lainnya.

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh pasien dengan adanya telemedicine:

  • Mempercepat akses pasien ke pusat-pusat rujukan.
  • Mudah mendapatkan pertolongan sambil menunggu pertolongan langsung dari dokter-dokter pribadi.
  • Pasien merasakan tetap dekat dengan rumah dimana keluarga dan sahabat dapat memberikan dukungan langsung.
  • Menurunkan stres mental atau ketegangan yang dirasakan di tempat kerja.
  • Menseleksi antara pasien-pasien yang perlu dibawa ke rumah sakit dan pasien yang tidak perlu perawatan di rumah sakit akan tetap tinggal di rumah.

Aplikasi Telemedicine dibedakan menjadi 2, skala mikro dan skala makro. Skala mikro dilaksanakan oleh salah satu instansi layanan kesehatan dalam skala terbatas. Sedangkan skala makro dibedakan menjadi 3 kelompok bagian sektoral terbatas untuk satu bidang layanan kesehatan, bagian regional mencakup seluruh bidang layanan kesehatan terbatas pada wilayah tertentu dalam satu negara, dan bagian nasional mencakup seluruh bidang layanan kesehatan seluruh wilayah dalam satu negara.

5. Informatika kesehatan masyarakat

Berfokus kepada populasi untuk mendukung pelayanan, pendidikan dan pembelajaran kesehatan masyarakat.

Dari seluruh penerapan informatika dalam bidang kedokteran terdapat beberapa manfaat yang dapat diperoleh, diantaranya pelayanan kesehatan lebih berkualitas ,akurat,cepat mengurangi kesalahan, Pemutahiran ilmu pengetahuan dan teknologi serta menunjang pelaksanaan praktik berbasis bukti(evidence based practice), meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelayanan kesehatan, meningkatkan akses pelayanan kesehatan, dan memperkembangkan pemberdayaan pasien.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s