Jaringan Nirkabel

  1. Menjelaskan kinerja teknologi wireless LAN, termasuk RF dan speed spectrum.

JAWAB:

Frekuensi Radio adalah sinyal arus berfrekuensi tinggi yang berubah-ubah yang melewati konduktor tembaga yang panjang dan kemudian diradiasikan  ke udara melalui sebuah antenna. Sebuah antenna mentransformasikan sinyak kabel ke sinyal wireless dan sebaliknya. Ketika sinyal AC berfrekuensi tinggi  diradiasikan keudara, akan membentuk gelombang radio. Gelombang radio tersebut berpindah dari sumber (antena) pada sebuah garis lurus semuanya bersamaan.

Teknologi Spread Spectrum melewatkan kita untuk menerima jumlah sama dari informasi yang sebelumnya dikirimkan menggunakan sinyal carrier narrow band dan menyebarkan hingga mencapai range frekuensi yang lebih besar.  Sementara band spread spectrum relative lebar, peak power dari sinyal cenderung lemah. Dua karakteristik dari spread spectrum yaitu penggunaan frekuensi band yang lebar dan power yang rendah.

2. Menggambarkan peraturan dan standarisasi wireless LAN.

JAWAB:

Standar wireless yang paling sering digunakan adalah Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE), IEEE menciptakan standar yang dibuat oleh FCC.  Empat standar untuk wireless LAN 802.11, 802.11b, 802.11a, 802.11g.

–          IEEE 802.11

Standar 802.11 adalah standar pertama yang mengatur operasi LAN nirkabel. Standar ini berisi semua teknologi transmisi yang ada, termasuk Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS), dan inframerah.
Pangsa pasar LAN nirkabel inframerah cukup kecil dan teknologinya sangat terbatas karena fungsinya.

–          IEEE 802.11b

802.11b digunakan untuk mendefinisikan jaringan Wireless direct-sequence spread spectrum (DSSS) yang menggunakan gelombang frekuensi indusrial, scientific, medicine (ISM) 2,4 GHz dan berkomunikasi pada kecepatan hingga 11 Mbps. Standar 802.11b hanya berkonsentrasi pada lapisan fisik dan MAC (Media Access Control). Standar ini hanya menggunakan satu jenis frame yang memiliki lebar maksimum 2.346 byte. Namun, dapat dibagi lagi menjadi 1.518 byte jika di hubungkan secara silang (cross) dengan perangkat access point sehingga dapat juga berkomunikasi dengan jaringan berbasis Ethernet (berbasis kabel). Standar 802.11b hanya menekankan pada pengoperasian perangkat-perangkat DSSS saja. Standar ini menyediakan metode untuk perangkat-perangkat tersebut untuk mencari (discover), asosiasi, dan autentikasi satu sama lain. Standari ini juga menyediakan metode untuk menangani tabrakan (collision) dan fragmentasi dan memungkinkan metode enkripsi melalui protokol WEP (wired equivalent protocol).

–          IEEE 802.11a

Kelebihan dari standar 802.11a adalah karena beroperasi pada frekuensi radio 5 GHz sehingga tidak perlu bersaing dengan perangkat komunikasi tanpa kabelyang umumnya menggunakan frekuensi 2,4 GHz. Pada standar 802.11a menggunakan jenis modulasi tambahan yang disebut Orthogonal Frequency Division Multiplexing (OFDM) pada lapisan fisik di model OSI

Standar 802.11a merupakan pilihan yang amat mahal ketika di implementasikan. Hal ini disebabkan karena standar ini memerlukan lebih banyak Access point untuk mencapai kecepatan komunikasi yang tertinggi. Penyebabnya adalah karena pada kenyataannya bahwa gelombang frekuensi 5 GHz memiliki kelemahan pada jangkauan.

–          IEEE 802.11g

Menyediakan jalur komunikasi kecepatan tinggi hingga 54 Mbps. Namun, frekuensi yang digunakan pada standar ini sama dengan frekuensi yang digunakan standar 802.11b yaitu frekuensi gelombang 2,4 GHz dan juga dapat kompatibel dengan standar 802.11b.Seperti standar 802.11.a, perangkat-perangkat pada standar 802.11g menggunakan modulasi OFDM untuk memperoleh kecepatan transfer data berkecepatan tinggi. Tidak seperti perangkat-perangkat pada standar 802.11a, perangkat-perangkat pada standar 802.11g dapat secara otomatis berganti ke quadrature phase shift keying (QPSK) untuk berkomunikasi dengan perangkat-perangkat pada jaringan Wireless yang menggunakan standar 802.11b.

3. Topologi, install dan masalah hardware wireless LAN.

JAWAB:

Ada tiga jenis topologi yang diterapkan dalam wireless LAN:

  1. 1.      Independent Basic Service Sets (IBSSs)

IBSS atau Ad-hock adalah topologi WLAN yang menghubungkan antara beberapa klien dari wireless tanpa menggunakan Access Point. Beberapa klien wireless yang berkomunikasi dengan model IBSS memiliki beberapa kelemahan. Jika semakin banyak kliennya maka prosesnya akan menjadi lambat yang disebabkan oleh keterbatasaan dari perangkat wireless client.Kelemahan lain adalah karena tidak adanya Access point maka wireless client tidak bisa mengatur prioritas dari perangkat mana yang harus didahulukan. Hal ini menyebabkan tabrakan atau collusion yang tentu dapat membuat komunikasi jadi lambat.

  1. 2.      Basic Service Sets (BSSs)

BSS adalah kumpulan dari perangkat wireless yang terhubung satu sama lain dengan perantaraan sebuah perangkat access point. Perangkat access point berfungsi sebagai terminal pusat, semua klien wireless harus terhubung dahulu dengan access point sebelum berkomunikasi dengan klien yang lain.

  1. 3.      Extended Service Sets (ESSs)

Extended Service Sets (ESSs) adalah kumpulan dari beberapa topologi BSS. Pada topologi ESS terdapat lebih dari satu Access Point(AP), Access Point – Access Point dalam topologi ESS terhubung satu sama lain melalui port uplink. Alasan utama dipakainnya model topologi ini adalah untuk memperluas daya jangkau AP dan juga karena meningkatnya beban yang mesti dilayani oleh satu AP. 

 4. Menganalisa dan menghindari masalah dengan implementasi wireless LAN.

JAWAB:

WLAN lebih difokuskan bagi pengguna yang mobile, secara umum dapat diterapkan pada a. a. Perkantoran

b. Public area

c. Kampus

d. RTRW Net

e. SOHO ( Small Office Home Office)

Untuk menghindari masalah menggunakan Transmission Techniques, dimana dalam Transmission Techniques ada tiga tiga alternative transmission yang biasa digunakan untuk transmisi data IR :

–          Signal transmisi dapat difokuskan dan diarahkan  (spt remote TV)

–          Signal transmisi dapat di radiasikan omnidirectionally ( segala arah )

–          Signal transmisi dapat dipantulkan melalui langit – langit ruang yang berwarna terang.

5. Bentuk keamanan wireless LAN.

JAWAB:

–          Menyembunyikan SSID

SSID (Service Set Identifier) adalah tempat mengisikan nama dari access point yang akan disetting.

–          Menggunakan kunci WEP

WEP adalah suatu metode pengamanan jaringan nirkabel, disebut juga dengan shared key authentication, shared key authentication adalah metode  otentifikasi yang membutuhkan penggunaan WEP.

–          Menggunakan WPA

WPA ( WiFi Protected Access) adalah suatu system yang juga dapat diterapkan untuk mengamankan jaringan nirkabel. Metode dengan pengamanan WPA ini diciptakan untuk melengkapi dari system yang sebelumnya , yaitu WEP.

–          Menggunakan MAC Filtering

MAC address Filtering merupakan metode filtering untuk membatasi hakakses dari MAC Address yang bersangkutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s